Sumber : http://sains.kompas.com/read/xml/2009/05/06/02294773/aneh-aneh.saja.ada.mobil.bertenaga.coklat
"Rabu, 6 Mei 2009 | 02:29 WIB
LONDON, KOMPAS.com - Alternatif bahan bakar ramah lingkungan bisa dari bahan apa saja bahkan yang mungkin tak terpikirkan sama sekali sebelumnya. Kalau di Indonesia pernah diperkenalkan jelantah atau minyak goreng bekas pakai sebagai bahan bakar mobil, di London, Inggris para ilmuwan menggunakan coklat sebagai bahan bakar.
Mobil bertenaga coklat itu untuk pertama kalinya diperkenalkan Selasa (5/5). Jangan berpikir yang dipakai adalah cokelat batangan karena harganya bisa selangit. Yang mereka gunakan adalah limbah coklat dari pabrik yang selama ini dibuang dicampur minyak nabati sebagai biofuel.
Tidak hanya bahan bakarnya yang ramah lingkungan, mobil tersebut juga dibuat dari serat tumbuh-tumbuhan yang tak beracun. Misalnya, ban terbuat dari serat wortel dan akar-akaran, tempat duduknya dari campuran rami dan busa minyak kedelai. Body-nya pun dari serat tumbuh-tumbuhan.
Kecepatan lajunya tak kalah dengan mobil pada umumnya. Pada pengujian saat ini baru dikebut 96 kilometer perjam namun saat diuji coba di jalur belapan diharapkan mampu menembus kecepatan 232 kilometer perjam. Mobil yang diberi nama "WorldFirst Formula 3 racing" car itu memang akan digunakan dalam balapan European Grand Prix dan Britain's Goodwood Festival of Speed.
WAH
Sumber : AP"
itulah kutipan dari Kompas tentang sebuah mobil bertenaga coklat, inilah salah satu bukti bahwa kreatifitas manusia ga akan ada habisnya, limbah coklat pun bisa digunakkan sebagai bahan bakar, mungkin sebagian dari kita menilai bahwa mobil ini akan sangat pelan, namun trnyata mobil ini sangat kencang, bakan digunakkan sebagi mobil balap, namun yang jadi pertanyaan saya, bila bodi mobilnya terbuat dr serat, apakah cukup kuat bila terjadi tabrakan? hhe silahkan diimajinasikan...
Dampak pemanasan global ternyata memicu para ahli untuk berinovasi, mungkin saja beberapa tahun kedepan akan ada mobil bertenaga sampah mungkin? hhe.. Semoga dengan kejadian ini masyarakat Indonesia semakin dituntut untuk berfikir kritis demi kebaikan bersama. Selamat berinovasi! ^^ 
Tidak ada komentar:
Posting Komentar